Apa itu Abodemen Listrik? Cara Menghitung Biaya Watt

Bagi para pengguna listrik pascabayar, menghitung abodemen listrik memang perlu dilakukan untuk mencegah pengeluaran yang membengkak. Abodemen bisa diartikan sebagai biaya beban dalam konteks berlangganan.

Biaya tersebut harus dibayarkan oleh pengguna listrik setiap bulan sesuai penggunaannya. Untuk menghitung biaya tagihan beban, Anda perlu mengetahui beberapa hal seperti tarif dasar dan sebagainya.

Meskipun memiliki banyak kelebihan seperti tidak ada batas penggunaan, namun Anda juga perlu mempertimbangkan kekurangannya. Pasalnya, baik itu layanan prabayar maupun pascabayar tetap memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing.

Baca Juga: Cara Settlement EDC BRI

Cara Menghitung Abodemen Listrik Pascabayar dengan Mudah

Cara menghitung abodemen listrik bulanan

Untuk bisa mengetahui berapa biaya atau tagihan listrik, Anda perlu mengumpulkan beberapa data terlebih dahulu sebagai landasan perhitungan. Agar lebih jelas, silakan ikuti langkah-langkah berikut ini.

1. Mengecek golongan tarif

Pada dasarnya, setiap rumah bisa memiliki golongan tarif yang berbeda-beda. Oleh karena itu, langkah ini harus pertama kali dilakukan agar perhitungan selanjutnya bisa lebih tepat. Umumnya, tarif dasar tergantung dari daya yang digunakan, yakni mulai dari 900 hingga 1600 VA.

Setiap daya tersebut mempunyai tarif listrik berbeda-beda untuk setiap kWh. Semakin tinggi daya yang digunakan, maka semakin mahal pula harganya. Sebagai contoh, tarif untuk golongan 900 VA adalah Rp1.325 kWh.

Contoh lain adalah golongan 1300 VA memiliki tarif sekitar Rp1.467 setiap kWh. Jadi, pertama-tama silakan periksa terlebih dahulu golongan mana yang digunakan di rumah Anda, apakah 900 VA, 1600 VA, atau ukuran lainnya.

Baca Juga:  Build Martis Tersakit 2024 Jungler / Hyper Mobile Legends

2. Memeriksa data perangkat elektronik

Setelah mengetahui tarif dasar di atas, maka kini Anda akan lebih mudah untuk memperkirakan berapa biaya yang perlu dibayarkan setiap bulannya dengan seluruh perangkat elektronik di rumah. Silakan buat daftar perangkat elektronik dan pemakaian daya yang dibutuhkan. Sebagai contoh, Anda bisa menyimak data berikut.

  • 6 buah lampu berdaya 20 watt
  • LED TV 32 inci berdaya 40 watt
  • Kulkas berdaya 300 watt
  • Mesin cuci berdaya 300 watt
  • Dan seterusnya

Setelah itu, buat ilustrasi berapa lama perangkat tersebut digunakan setiap harinya. Hal ini cukup penting karena Anda tidak akan mungkin menggunakan perangkat tersebut seharian penuh.

Baca Juga: Cara Menghitung 1000 Hari Orang Meninggal Online

3. Membuat estimasi pemakaian

Berkaitan dengan poin sebelumnya, Anda bisa mengalikan daya dengan waktu penggunaan dalam satuan jam. Berikut adalah contoh daftar berdasarkan data di atas.

  • 6 lampu menyala selama 10 jam = 6 x 20 watt x 10 jam = 1.200 watt
  • LED TV menyala 3 jam = 40 x 3 jam = 120 watt
  • Kulkas menyala 24 jam = 300 x 24 jam = 4.200 watt
  • Mesin cuci dipakai 1 jam = 300 x 1 jam = 300 watt
  • Total = 5.820 watt

Dari perhitungan di atas, maka bisa dikatakan kebutuhan listrik harian Anda adalah 5.820 watt. Sebagai catatan, itu masih merupakan perhitungan mentah dan hanya berupa kisaran saja. Meski begitu, angka ini bisa dijadikan sedikit gambaran untuk melihat konsumsi daya di rumah.

4. Menghitung biaya bulanan

Setelah semua perhitungan dilakukan, Anda dapat melanjutkan ke tahap terakhir, yakni menghitung tarif bulanan. Pertama, silakan tentukan tarif dasar listrik yang digunakan, sebagai contoh kali ini adalah 900 VA dengan biaya Rp1.325.

Setelah itu, konversikan watt di bagian sebelumnya menjadi kWh dengan cara dibagi 1.000. Jadi, Anda akan mendapatkan angka 5,82 kWh. Selanjutnya, kalikan angka tersebut dengan tarif per kWh, yakni Rp1.325 sehingga didapat Rp7.711 per hari.

Baca Juga:  9 Situs Nonton Drakor Gratis Tanpa Aplikasi Terbaru 2024

Untuk mendapatkan gambaran tagihan bulanan, kalikan angka tersebut dengan 30 hari dan didapatkan Rp231.000. Sekali lagi, itu hanya berupa perkiraan saja. Apabila ingin melihat total tagihan lebih jelas, Anda bisa mengecek di tempat pembayaran resmi dengan menyertakan ID pelanggan.

Baca Juga: Cara Menghitung Usia Kehamilan Online

Kelebihan dan Kekurangan Memakai Listrik Pascabayar

Kelebihan dan kekurangan listrik pascabayar

Penggunaan listrik pascabayar memiliki kelebihan dan kekurangan sehingga tidak heran beberapa orang lebih memilih layanan prabayar. Berikut adalah beberapa kelebihan serta kekurangan sebagai bahan pertimbangan.

1. Tidak ada limit pemakaian

Salah satu kelebihan yang cukup bisa dirasakan dengan penggunaan layanan ini adalah limit pemakaian yang tidak dibatasi. Artinya, Anda tidak perlu khawatir apabila tiba-tiba listrik mati di saat penting karena bersifat tidak terbatas.

2. Tidak membutuhkan pulsa

Untuk layanan pascabayar, pengguna tidak perlu repot-repot mengisi pulsa ataupun token. Anda cukup membayar tagihan setiap bulan sesuai dengan penggunaan listrik di rumah. Kepraktisan ini yang membuat masih banyak orang bertahan dengan layanan pascabayar.

3. Sulit mengendalikan pemakaian

Di sisi lain, karena bersifat tidak terbatas, banyak pengguna yang kesulitan untuk mengendalikan pemakaian perangkat elektronik setiap harinya. Hasilnya, tanpa disadari tiba-tiba tagihan di akhir bulan akan membengkak di luar perkiraan.

Dengan mengetahui cara menghitung abodemen listrik di atas, kini Anda akan lebih mudah untuk memantau dan mengontrol pemakaian perangkat elektronik di rumah. Meskipun hasilnya tidak akurat, namun perhitungan tersebut sangatlah membantu.

Untuk selanjutnya, setelah mengetahui beberapa kelebihan dan kekurangan yang dimiliki, mungkin saja suatu hari Anda tertarik berpindah ke layanan prabayar. Hal tersebut tidak menjadi masalah dan silakan pilih layanan mana yang paling nyaman digunakan.